pengaruh agama weda terhadap agama islam serta sisa peninggalannya











Pembahasan ana(saya) kali ini membahas tentang agama weda yang ana tulis secara ringkas dari buku parasit aqidah karangan A.D. E.L MARZDEDEQ agar kita umat islam terhindar dari pencampuran antara haq dan batil,langsung saja.

Bangsa aria india seketurunan dengan bangsa Persia,rum,dan jerman.pada 2000 SM memasuki india dan memasuki Punjab (daerah lima sungai),mreka mendapatkan perlawanan bangsa drawida yang mereka namakan sebagai anasa (tidak berhidung/pesek,vanara (monyet) atau dasyu (budak) yang menempati pur/benteng.bangsa aria menaklukkan doab (daerah dua sungai),gangga yaumana
Weda kitab asli mereka,weda yang berarti (wid=tahu,weda=pengetahuan),weda terdiri dari weda umum dan weda khusus.

Weda khusus:
1.      Trayi-widya (tiga weda)
·         Rigweda (samhita) berisi 1028 sukta pujian pada dewa
·         Samaweda (samhita) sebagian beisi syair dari rigweda tetapi telah diberi tanda-tanda untuk dilagukan
·         Yasurweda (samhita) berisi mantera dan stotra pengantar saji yang disampaikan dewa,diiringi pembacaan rigweda dan nyanyian samweda

2.      Atharwaweda (samhita) berisi mantera-mantera ilmu gaib,sihir,penolak penyakit,pengahancur musuh,mantera penguat kedudukan dan kekuasaan,pekasih dan sebagainya,pada awalnya tidak diakui brahmana dan dianggap berasal dari ksatria,ke empat weda tersebut disebut catur weda

Weda umum : upanisad,brahmanas,ramapitara dan sebagainya,isi kitab weda itu bertentangan antara satu ayat dengan ayat yang lainnya

Ketuhanan weda

Dewa-dewa dikhayalkan serupa manusia/dirupakan tenaga-tenaga alam,prajapati menginginkan berwujud kian banyak maka niatnya disetujui kebanyakan dewa,badan prajapati dipotong berpuluh/beratus bagian kemudian disebarkan di seluruh penjuru,sehingga terciptalah alam raya yang teratur karena bagian-bagian tubuh prajapati itu saling merindu
Jumlah dewa-dewa dalam weda menurut rigweda III 9:9 berjumlah 3340,semula berjumlah 3330,ditambahnya seseorang setelah disajikan samin pada agni.menurut yajurweda 7:19,dewa-dewa itu berjumlah 33 orang yang terbagi 3 tempat dilangit,bumi dan air yang terdiri 11 dewa setiap tempat,dalam manuskrib candraweda,dewa yang pertama adalah bagh/khoda yang dinamakan orawanasyula.
Kebaktian
Setiap upacara kebaktian harus dipimpin oleh seorang brahmana/seorang pandhita (pendeta), kecuali kebaktian perorangan,pemujaan itu hanya ditujukan kepada seorang dewa (henoteisme),dalam upacara terdapat alat-alat yang digunakan untuk kebaktian,diantaranya

1            Dupa dan dipa,dupa sejens harum-haruman yang dibakar dan dipa adalah lampu minyak
2            Puspa (bunga) dan gandha (bau yang harum),biasanya berupa bunga rampai,bunga kesukaan dewata
3            Mantera dan strotra
4            Tari
5            Lambang-lambang dan lencana sebagai penangkal
6            Aksamala,rangkaian biji-biji yang dibentuk menjadi kalung,digunakan ntuk menghitung sebutan berbagai nama dewa
7            Air suci,digunakan untuk membabtis dan penyucian
8            Dhak/kandi berupa beduk ,adakalanya pula genta (canang)

Semadi : duduk yang benar untuk mengheningkan cipta (meditasi) sambil membaca mantera/strotra dan diatur menurut nafas yoga

Saji : makanan yang diperuntukkan untuk dewa

Upawasa : berpantang salah satu keinginan,seperti pantang makan makan poko dll

Tapa bhrata : menahan hasrat/tresna,lalu menahan gerak hati menuju satu pemusatan untuk menyatukan diri dengan dewa

Yoga : alat untuk menghubungkan diri dengan Brahman,sehingga terlena dalam tapa

Dosa warisan : dewa-dewa suka inkarnasi (menitis) untuk kesejahteraan manusia atau kecelakaan,manusia inkarnasi berkali-kali berdasarkan besar kecilnya dosa pribadi dan dosa keturunan,dosa hanya dapat ditebus dengan anak lelaki (adhiparwan).terpaksa,jika suatu keluarga tidak punya anak lelaki,seorang suami merelakan lelaki lain meniduri istrinya dan anak hasil zina tersebut dinasabkan kepadanya,agar anak itu selamat,ia berpangkal anting-anting sebelah telinga

Gohyana : penanaman kepala manusia,biasanya kepala seorang perempuan.diganti kepala binatang,ketika membangun bangunan khusus,terutama bangunan adat

Kematian : mayat dibakar dan istrinya yang kedua ikut dibakar sebagai tanda setia,bagi seorang raja,beberapa gadis ikut dibakar untuk penggiringnya di akhirat,keadaan roh dalam tingkatan alam akhirat hamper menyerupai agama YANG ,hanya upacara kematiannya yang berbeda.

Sisa agama weda

Sisa-sisa agama weda ditemukan di india,asia selatan,asia tenggara dan sekitarnya yang telah bercampur baur,pengaruh agama weda pada daerah setempat yang mayoritas islam seperti berdoa memakai kemenyan,menabur bunga dikuburan selepas hari raya idul fitri.jampi,sotra dan mantera bersisa pada dukun-dukun,dalam islam tidak ada kepercayaan tentang titis-menitis,dosa warisan,tidak ada dalam islam lambing/alat untuk memperagakan apa yang disembah,islam menolak segala penangkal dan azimat dalam bentuk apapun,laki-laki memakai anting sebelah,susuk dan sebaginya.

1            Aksamala
Menurut ahli sejarah perkembangan agama,aksamala telah dikenal beribu-ribu tahun sebelum kelahiran nabi isa alahi wassalam,aksamala tersebar ke barat yang kelal masuk kedalam upacara katolik yunani dan katolik romawi,aksamala dalam bahasa latin disebut Rosario,aksamala masuk ke india pada tahun 200 SM yang dibawa oleh imigran-imigran bangsa aria, yang kemudian digunakan oleh pemeluk hindu dan budha.aksamala masuk ke Tibet dan china melalui agama budha dan masuk ke asia tenggara pada pertengahan masehi.
Pada abad ke VII-VIII M,aksamala masuk ke dalam zikir napas kaum sufi iran dan sekitarnya,bersamaan dengan cara mengucapkan zikir tahlil yang diatur dengan system yoga dan lambing salib,yaitu kepada ditengadah keatas,kebawah lalu menyamping kekiri dan kekanan,aksamala oleh kaum sufi disebut “ tasbeh ” karena digunakan untuk menghitung banyaknya ucapan pujian kepada ALLAH ta’ala.
Ajaran tasawuf yang dibawa kaum sufi merupakan paduan ajaran islam,weda,pytagoras,Zarathustra,katolik,budha dan sebagainya,para ahli hadist dan tharikh bahwa sahabat nabi shallallahu alaihi wassalam menggunakan tasbeh dalam berzikir,apalagi rasullullah,penggunaan alat semacam ini termasuk tasabbuh(menyerupai kaum lain yang bertentangan dengan islam)

2            Upawasa
Kata puasa dalam bahasa Indonesia,melayu,bahasa-bahasa daerah dan  sebagainya berasal dari bahasa sansekerta

3            Beduk
Ketika agama islam tersebar di asia tenggara dan sekitarnya,banyak kuil-kuil berbeduk yang dijadikan masjid,beduk tersebut tidak disingkirkan bahkan dimanfaatkan oleh penduduk yang masih awan akan agama islam untuk penanda masuk sholat lima waktu yang mana beduk tersebut ditabuh disesuiakan dengan dengan waktu sholat,pada bulan romadhon beduk juga digunakan  membangunkan warga untuk sahur, pada acara televise beduk di jadikan ikon pada bulan romadhon juga.
Dalam tarikh dan hadist nabi shallallahu alaihi wassalam : ketika turun perintah sholat 5 waktu,timbul gagasan mencari alat penyeru masuk waktu sholat,parra shahabat ada yang memberi gagasan menggunakan canang/lonceng seperti orang nasrani,terompet yang  digunakan oleh orang yahudi,api pada peribadahan majusi,semua ini rasullullah tolak karena rasullullah tidak mau menyerupai mereka,maka ditetapkan azan sebagai penanda masuknya waktu sholat.
Beduk digunakan agama YANG untuk memanggil arwah/mengusirnya,seperti di kelenteng KONG HU CU dan Shinto
Alat-alat yang digunakan ahli kitab (nasrani dan yahudi) saja ditolak rasullullah shallahu alaihi wassalam,apalagi beduk yang digunakan hindu dan kelenteng? Dalam islam meniru peribadatan termasuk bid’ah yang menjurus kepada kesyirikan,sedangkan rasullullah diutus untuk memberantas kesyirikan menuju kepada tauhid yaitu peribadahan hanya kepada ALLAH ta’ala semata sesuai dengan tuntunan rasullullah shallallahu alaihi wassalam.

Wallahu a’lam,semoga kita terjaga dari pengkaburan aqidah yang shohih

Related Post